Apakah Masih perlu Asuransi?
Kesulitan menghindari agen asuransi yang selalu "mengganggu kehidupan" Anda? Mungkin juga anda bosan setiap minggu dihubungi agen asuransi baik yang datang langsung maupun melalui telepon. Namun Anda tidak perlu cemas, saran saya ini mungkin dapat meringankan beban Anda dari "rongrongan" agen asuransi yang meneror Anda.
Sebagian besar nasabah saya selalu mengatakan "Saya tidak punya uang untuk beli asuransi!".
Lalu saya bertanya balik kepada nasabah saya,
"Jika dalam kondisi sehat saja Bapak harus bersusah payah mengumpulkan rupiah untuk membayar tagihan ini dan itu, bagaimana jika Bapak sakit? Siapa yang akan membantu membayar tagihan Bapak? Bukankah dengan Asuransi semua bisa terbantu, Pak?"
Lalu saya bertanya balik kepada nasabah saya,
"Jika dalam kondisi sehat saja Bapak harus bersusah payah mengumpulkan rupiah untuk membayar tagihan ini dan itu, bagaimana jika Bapak sakit? Siapa yang akan membantu membayar tagihan Bapak? Bukankah dengan Asuransi semua bisa terbantu, Pak?"
Saran saya, selagi masih sehat dan mampu menyisihkan sedikit "harta" Anda, tidak ada salahnya menginvestasikan dalam bentuk asuransi. Tentu saja setelah semua kebutuhan pokok Anda terpenuhi.
Kedua, mirip dengan kasus di atas. Ada juga nasabah yang menyatakan keberatan karena memiliki tagihan KPR selama 10 hingga 15 tahun kedepan. Betul, itu memang kewajiban Anda. Namun, apakah jika Anda meninggal kelak sebelum semua cicilan terselesaikan, isteri atau anak-anak Anda dapat memenuhi kewajiban Anda melunasi semua tagihan yang Anda tinggalkan?
Ketiga, Anda tidak membutuhkan Asuransi. Pertanyaan saya kemudian, apakah Anda membutuhkan payung? Apakah Anda membeli payung saat hujan sudah turun, atau Anda sudah mempesiapkan payung (baca: membeli) sebelum hu jan turun?
Analogi yang mudah bukan. Jika Anda terkena serangan jantung, maka saat saya bertanya apakah Anda membutuhkan asuransi. Jawabannya pasti, YA!
Begitu pula saat Anda opname di rumah sakit dan membutuhkan biaya perawatan yang besar, pastilah Anda butuh asuransi.
Dan, saat Anda meninggal dunia pasti ahli waris Anda juga membutuhkan asuransi. Itulah jawaban-jawaban apabila saya menanyakan kepada Anda saat Anda membutuhkannya.
Begitu pula saat Anda opname di rumah sakit dan membutuhkan biaya perawatan yang besar, pastilah Anda butuh asuransi.
Dan, saat Anda meninggal dunia pasti ahli waris Anda juga membutuhkan asuransi. Itulah jawaban-jawaban apabila saya menanyakan kepada Anda saat Anda membutuhkannya.
Tetapi perusahaan Asuransi sudah pasti MENOLAK permohonan polis Anda. Sekaya apapun Anda kalau sudah pernah sakit jantung, maaf Anda ditolak!. Karena Anda sudah sakit. Nah, mumpung masih sehat, yuk beli asuransi.
Keempat, Anda akan mendiskusikan dengan pasangan Anda. Bagi saya itu bukanlah masalah yang serius. Saya hanya memberikan ilustrasi singkat,
Tidakkah pasangan Anda bangga jika Anda memberikan surprise tabungan yang begitu besar nilainya?Sesungguhnya pasangan Anda justru sangat menyayangi Anda, buktinya dia sudah memberikan Anda investasi dan perlindungan yang sedemikian besar. Seandainya terjadi sesuatu dengan pasangan Anda, sudah dipersiapkan segala sesuatunya bukan?
Kelima, membandingkan dengan perusahaan asuransi lain. Silakan saja, ada 50-an perusahaan asuransi di Indonesia, atau setidaknya 10 yang terbaik. Butuh waktu lama lho untuk melihat seberapa bagus sih kinerja perusahaan tersebut. Lalu manfaat apa saja yang ditawarkan, menguntungkan kita nggak ya, klaimnya bagaimana, bla bla bla...
Kita lho tidak pernah tau dalam beberapa menit kedepan akan terjadi apa. Selama kita membandingkan banyak resiko yang ada di depan kita, sadarkah Anda? Kalau sama-sama berresiko, kenapa Anda tidak mengambil resiko beli dulu asuransinya, baru membandingkan. Hitung-hitung selama Anda membandingkan, sudah ada proteksinya.
Selanjutnya berapa tuh, enam ya, ini dia. Agen asuransi sering memaksa nasabahnya ya? Apakah dokter juga memaksa pasiennya untuk menjalani operasi? Apakah anda akan memaksa anak Anda minum obat saat anak Anda menolak? Demi kebaikan Anda, agen asuransi memberikan yang terbaik untuk Anda, dia mempunyai solusi terbaik untuk keuangan Anda dan keluarga. Tugasnya mulia, membantu Anda.
Saat Anda sakit dan harus opname di Rumah Sakit, apa yang Anda harapkan? Relasi Anda datang menengok, atau keluarga Anda, atau kerabat Anda. Agen asuransi tanpa Anda harapkan kedatangannya dengan tulus akan menengok Anda di Rumah Sakit, membantu mengurus klaim Anda, bahkan mungkin keluarga atau Anda sendiripun tidak menyadari bahwa semua urusan administrasi sudah diselesaikan Agen asuransi Anda.
Tujuh ya, hmmmm... Anda mau membeli melalui agen manapun tidak ada masalah. Mungkin teman, saudara, atau family Anda juga ada yang menjadi agen. Namun, seharusnya Anda sudah punya polis. Jika belum, artinya mereka semua tidak menyayangi Anda. Bisa jadi mereka bukanlah sahabat sejati Anda.
Nah, mungkin tips saya di atas bisa membantu Anda "sedikit menghindar" dari agen Asuransi, karena mungkin setelah Anda membaca artikel ini Anda sudah menyadari kesalahan Anda dan polis asuransi sudah di tangan Anda. Betul kan, agen sudah tidak meneror Anda? Mereka justru akan mendoakan Anda sehat selalu, sehingga investasi Anda terus berkembang, untuk masa depan keluarga tercinta.
Happy investing, happy assurance!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar